Minggu, 29 Juni 2014

Penyelesaian dan Undang-Undang ITE yang Berkaitan dengan Kasus Marissa haque dan keluarga adi MS



Konflik ini sebenarnya diawali  oleh Dee Kartika yang mempertanyakan keabsahan gelar doctoral Marissa Haque. Dari situlah emosi Marissa Haque lantas meledak dan konflikpun menyeret nama Addie MS dan Keluarganya. Pasalnya, Dee Kartika berada digrup vocal yang dengan istri Addie MS.
Kemudian aktris yang kini menjadi politikus (Marissa Haque) mengungkapkan kemarahannya di akun Twitter-nya. Istri musisi Ikang Fawzi tersebut naik pitam karena tak terima dirinya diklaim oleh perempuan bernama Dee Djoemadi Kartika yang mengatakan bahwa Marissa Haque telah diuji gelar doktornya oleh Dekan Pema Institut Pertanian Bogor( Arif Satria).

"@DeeDeeKartika 

" NGAKU JADI PENGUJI dOKTOR Marissa Haque ? namanya Dr. Arief Satria? Ih gila saja! No Way!" tulis Marissa dalam akun Twitter-nya,

Dalam cerita Marissa di blognya (marissahaque.blogdetik.com) yang juga diunggah pada hari yang sama, Dee Djoemadi alias @DeeDeeKartika adalah personel dari trio penyanyi bersama Memes Addie MS dan Ridha yang baru saja mengeluarkan album religi. Album tersebut diketahui diproduseri oleh Arif Satria, sang dekan tersebut.

Tulisan di blognya yang diberi judul “Mulut Kotor Penyanyi Baru Dee Djumadi Kartika Trionya Memes Addie MS Motivasinya Apa Ya?: Marissa Haque Fawzi'' itu, Marissa juga mengungkapkan keheranannya atas pengakuan Dee Djoemadi soal siapa penguji gelar doktornya di IPB.

"Kok bisa-bisanya dia @deedeekartika atas sepengetahuan @arif_satria adalah salah seorang penguji Doktor ku dari IPB. Duh! Kasiah deh kamu Dee Djoemadi. Mau jahat kok ya once bin bloon…eling neng…eliiiing… ," begitu tulisnya.
Marissa menilai pengakuan Dee Djoemadi telah masuk dalam upaya pencemaran nama baik. Akhirnya Marissa Haque akan melapor ke Rektor IPB soal keberatannya.


"Semoga kejahatan Dee Djoemadi @deedeekartika tidak mempengaruhi keberadaan Bapak sebagai Dekan di IPB dan penjualan (omzet) CD Produksi Bapak ya? Hehe… karena saya serius akan menuntaskan pencemaran nama baik ini ke Pak Rektor IPB Pak Dekan FEMA IPB @arif_satria!," tulisnya sebagai penutup di blog itu.

Sedangan pertikaian Marissa Haque dengan Addie MS diawali oleh akun Twitter Marissa Haque yang sebagai berikut:
Duh! Kasiah deh kamu Dee Djoemadi. Mau jahat kok ya once bin bloon…eling neng…eliiiing… Salam ya buat Memes dan Addie MS. Saya baca di sambungan twit kamu untuk Pak Dekan FEMA IPB katanya kamu melakukan delik pidana Pasal 310 dan 311 KUHPidana karena membela Memes Addie MS. Laaaah…membela untuk apa terhadap apa ya? Saya jadi bingung! Mendingan gini deh @deedeekartika, kasih tahu ke Memes dan addie MS saya mendoakan semoga kedua putra mereka kuliah kayak mamanya yang S1 dari FT-Universitas Trisakti. Kecuali kalau mereka setuju mengikuti langkah ayahnya yang ‘tidak percaya pada pendidikan formal’ di kampus-kampus! Dan itu dinyatakan oleh Addie MS sendiri kepada saya di saat dulu kami melayat kematian ayahanda Vina Panduwinata di rumahnya Bogor. Di sana juga hadir Ikang Fawzi suami saya dan Adjie Soetama.
Masalah bertambah panjang ketika Marissa perang kicauan di Twitter dengan Kevin Aprilio dan Addie MS,  Marissa kembali berkicau, “Biarkan Addie MS & Kevin Aprilio terus Menggonggong semakin banyak mereka ngoceh, semakin tebal alat bukti untuk Polda Metrojaya: Marissa Haque.
Kicauan-kicauan Marissa pun ditanggapi oleh Kevin, “mba @HaqueMarissa emang siap kalo rumahnya dikepung vierrania? : ),” tulis @apriliokevin
Tak lama kemudian, Marrissa nge-tweet, “si Kevin sama gengnya mau ngepung Polda Metro Jaya? Marissa Haque Fawzi kompak dgn Dekan FEMA IPB & HMI Jkt (Mantan Ketua HMI Bogor),” tulisnya lagi.
Lantaran kesal, suami Memes ini lantas menghapus akun Marissa Haque dari Twitter-nya. Namun, kabarnya Marissa Haque tak menyerah dan membuat akun baru untuk kembali “meneror” Addie MS dan keluarganya. Meskipun kesabarannya nyaris habis, Addie MS masih membuka pintu perdamaian untuk Marissa Haque. Addie MS siap bertemu dengan Marissa Haque kapan saja untuk menjernihkan persoalan,”Saya siap saja kalau harus bertemu untuk menyelesaikan ini semua. Saya mau bertemu anytime, kalau ada inisiatif bertemu pasti saya mau, tapi nggak mungkin saya kejar dia, begitu masalahnya,” tutur Addie MS
Kemudian Ikang Fawzi (suami Marissa Haque)  meminta maaf kepada Addie MS dan menilai justru Dee Kartika yang diuntungkan dengan adanya konflik ini. Dee Kartika yang menyulut api, namun tidak keluar lagi setelah konflik membesar. Apesnya, Dee Kartika terlanjur melibatkan diri dalam drama para selebritis itu. Akhirnya, nama sang penyanyi antah-berantah itu pun otomatis terangkat.
”Siapa dia dulu yang sekarang jadi ngetop? Lihat itu Dee Kartika yang mulai, dia yang ngetop. Yang diuntungkan hanya satu, yaitu si Dee Kartika yang awalnya nobody jadi ada,” tukas Ikang Fawzi .
Pria yang dulu terkenal sebagai penyanyi rock ini pun mengakui bahwa sifat istrinya memang meledak-ledak. Namun, jika Dee Kartika tidak memulai, maka konflik yang membesar di medan maya itu tidak akan serumit ini, bahkan mungkin tidak akan pernah terjadi.
”Kalau perkara istri saya terlalu emosional, saya mohon maaf. Jadi apalagi? Saya bilang ke Addie MS, apa-apa yang dilakukannya di Twitter itu tidak benar. Orang-orang yang waras jangan percaya!” tandas Ikang Fawzi.
Ikang Fawzi sendiri menolak disebut mencari sensasi melalui konflik tersebut. Meskipun tidak setenar dulu lagi, namun ia tidak ingin dibilang mau nge-top lagi dengan cara-cara seperti itu. Jika ingin dikenal orang lagi, lanjut pelantun lagu ”Preman” ini, harusnya lewat karya, bukan mencari gara-gara lewat dunia maya.

Dengan adanya kasus tersebut, terdapat beberapa hal yang bertentangan dengan kebebasan berpendapat, Pasal-pasal tersebut antara lain Pasal 27 ayat (3) UU No 11 tahun 2008 tentang informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) yang berbunyi sebagai berikut:
Pasal 27 ayat (3) UU No 11 tahun 2008 :
”Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik. 

Sumber: http://fivew4done.blogspot.com/2012/11/kasus-perseteruan-marissa-haque-dan.htm